Unhas Ditantang Jadi Pusat Riset Energi Terbarukan Oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman

- Senin, 12 September 2022 | 07:00 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan H. Andi Sudirman Sulaiman memberikan sambutan pada acara puncak dies natalis ke-66 Unhas di Baruga AP Pettarani (kabarika.id)
Gubernur Sulawesi Selatan H. Andi Sudirman Sulaiman memberikan sambutan pada acara puncak dies natalis ke-66 Unhas di Baruga AP Pettarani (kabarika.id)

SILANEWS-Gubernur Sulawesi Selatan H. Andi Sudirman Sulaiman, S.T. menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara puncak dies natalis ke-66 Universitas Hasanuddin di Baruga AP Pettarani, Kampus Tamalanrea, Makassar, Sabtu (10/9/2022).

Pada awal sambutannya ia menanggapi berita viral tentang dirinya yang menolak perpanjangan kontrak karya PT Vale di wilayah Sulsel, yang ternyata memiliki sikap yang sama dengan gubernur Sultra dan gubernur Sulteng.

“Tidak ada saling cerita, tidak ada saling diskusi. Tetapi begitu di rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, ternyata semuanya sama,” ujar Andi Sudirman.

Ia menambahkan bahwa nikel yang ada di sana merupakan bahan baku untuk baterai sebagai energi terbarukan. Untuk itu, dibutuhkan kepemimpinan yang kuat atau strong leader untuk memutuskan.

Pengelolaan kekayaan alam itu harus memberi kesejahteraan kepada masyarakat, terutama yang ada di sekitar kawasan itu. “Ini sesuai dengan sila kelima Pancasila, keadilan sosial,” tandas gubernur.

Baca Juga: Untuk Antisipasi dan Penanganan Hoaks pada Tahapan Pemilu 2024, KPU Jajaki Kerjasama dengan Google Indonesia

Menurutnya, luas lahan pengelolaan nikel di Sulsel, Sultra, dan Sulteng mencapai 118.000 hektar. Itu adalah potensi besar untuk dijadikan baterai.

Terkait hal itu, gubernur Andi Sudirman menantang Unhas untuk menjadi pusat riset energi terbarukan di Indonesia. Hal ini mendesak dilakukan karena Sulsel saat ini surplus tenaga listrik.

“Karena kita sudah ada listriknya, tinggal penampungannya. Kita over suplai listrik, ini peluang besar untuk Unhas. Over suplainya bahkan mencapai 500 megawatt. Over suplai ini perlu dimanfaatkan, termasuk untuk dijual,” ujar Andi Sudirman.

Halaman:

Editor: Amril Taufik Gobel

Sumber: kabarika.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X