• Kamis, 11 Agustus 2022

Kenali Penyebab Perundungan Siber dan Pencegahannya Agar Tidak Berdampak Psikis

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 07:03 WIB

SILANEWS - Rendahnya berliterasi di Indonesia, tidak membuat warga rendah dalam bermedia sosial. Data memperlihatkan bahwa pengguna gadget di negeri yang berpenduduk 277,7 juta orang ini pada Januari 2022 mencapai 370,1 juta.

Namun demikian, tingginya jumlah pengguna internet tersebut tidak selalu diikuti dengan pemanfaatan yang maksimal karena rambu dan segenap aturan pada keterampilan berbahasa belum dikuasai benar. 

Salah satu akibatnya adalah munculnya perilaku cyberbullying yang berujung pada pengenaaan pada pasal-pasal di UU ITE dan pasal KUHP.

Baca Juga: 4 Mantan Suami 'Dewi Perssik', Siapa Selanjutnya?

Menurut Psikolog Keluarga, Alissa Qotrunnada Wahid, ada 6 penyebab munculnya perilaku cyberbullying, atau perundungan siber.

Dijelaskannya, perundungan siber terjadi kerena para pengguna perangkat digital (sebagian) tidak mengedapankan moral pada dunia maya, buta perlindungan data pribadi, dan menjadikan internet hanya sebagai ranah hiburan.

Lebih jauh, karena kurangnya edukasi masyarakat, rendahnya penegakan hukum, dan adanya eksploitasi simbol.

"Enam hal itu tanpa disadari dapat melukai seseorang dan menimbulkan dampak yang sangat berbahaya," katanya dalam keterangan yang dikirimkan kepada NU Online, Selasa (2/8/22). Dampaknya, terang dia, mulai dari psikis, fisik, dan psikososial.

Baca Juga: Kemenag Papua Bahas Hal Teknis Proses Pemulangan Jemaah Haji 2022 Kloter 15 dan 16 di Debarkasi Makassar

Dampak psikis dialami korban cyberbullying yang ditandai dengan rasa depresi, tidak berdaya, putus asa. Apabila kondisi ini terjadi berulang-ulang tak tertaggulangi, selanjutnya semakin parah akan menyebabkan perasaan ingin mengakhiri hidupnya.

Halaman:

Editor: Aris Heru Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X