• Minggu, 4 Desember 2022

BPIP Berikan Penguatan Historisitas, Konseptualitas dan Aktualitas Pancasila Kepada JPM Kalimantan Timur

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 08:41 WIB
 Direktur Pengkajian Materi PIP, Aris Heru Utomo, yang menyampaikan materi “Pancasila: Historisitas, Konseptualitas, dan Aktualitas”. (BPIP)
Direktur Pengkajian Materi PIP, Aris Heru Utomo, yang menyampaikan materi “Pancasila: Historisitas, Konseptualitas, dan Aktualitas”. (BPIP)

SILANEWS-Bertemakan “Sinergitas Membumikan Pancasila di Bumi Etam,” Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melakukan penguatan pembinaan ideologi Pancasila (PIP) kepada Jejaring Panca Mandala (JPM) Kalimantan Timur pada 3-4 Oktober 2022 di Samarinda.

JPM merupakan jejaring kolaboratif yang terdiri dari 5 unsur (Pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, media dan ormas/komunitas) yang dibentuk oleh BPIP untuk melakukan penguatan kelembagaan PIP di daerah.

Bertindak sebagai nara sumber pada kegiatan tersebut adalah Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP dan para Direktur BPIP, salah satunya adalah Direktur Pengkajian Materi PIP, Aris Heru Utomo, yang menyampaikan materi “Pancasila: Historisitas, Konseptualitas, dan Aktualitas”.

Baca Juga: Zahran Auzan Raih Juara ke-2 pada ‘King Abdul Aziz International Holy Quran Contest 2022’.

Aris menyampaikan mengenai pentingnya JPM memahami sejarah, konsep dan aktualisasi Pancasila dalam melaksanakan tugasnya membantu BPIP membumikan Pancasila di lingkungan masyarakat sekitarnya. Aris kemudian menjelaskan sejarah Indonesia sejak sebelum kemerdekaan, saat perumusan dan finalisasi Pancasila, serta konsep dan aktualisasi Pancasila sekarang ini.

“Seperti kata Bung Karno “Jas Merah” atau Jangan Sesekali Meninggalkan Sejarah, maka kita pun jangan pernah meninggalkan sejarah Pancasila. Karena dengan mengetahui dan memahami sejarahnya, kita dapat mengetahui secara detail dan benar tentang apa pemikiran para pendiri bangsa dan siapa saja yang menyampaikan gagasan tentang Pancasila, kapan dan dimana gagasan tentang Pancasila disampaikan serta bagaimana dampaknya bagi Indonesia,” ujar Aris merujuk pada pidato Presiden Sukarno tanggal 17 Agustus 1966.

Baca Juga: Turnamen Golf Rektor UNHAS Cup II Siap Digelar 9 Oktober 2022

“Dengan mengenal  dan memahami sejarah bangsa Indonesia secara lebih baik, diharapkan rasa cinta dan semangat kebangsaan Indonesia akan semakin kuat, khususnya di kalangan generasi muda,” tambah Aris.

Menurut Aris, secara konseptual, nilai-nilai Pancasila digali dari bumi Indonesia sendiri. Setiap nilai yang ada pada Pancasila dirumuskan berdasarkan kebudayaan, nilai, dan norma yang lahir dan berkembang pada masyarakat Indonesia. Karena itu seluruh sila-sila dalam Pancasila, sejalan dengan nilai-nilai yang hidup serta dipegang oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Halaman:

Editor: Amril Taufik Gobel

Sumber: BPIP

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X