• Minggu, 4 Desember 2022

Migrasi Siaran TV dari Analog ke Digital di Jabodetabek Mulai 5 Oktober 2022, Apa yang Perlu Disiapkan?

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 09:14 WIB
Ilustrasi TV Analog (rawpixel.com / Chanikarn Thongsu)
Ilustrasi TV Analog (rawpixel.com / Chanikarn Thongsu)

SILANEWS-Untuk berbagai kepentingan yang lebih luas, Pemerintah segera merealisasikan migrasi siaran televisi dari analog ke digital.

Pilihan penggunaan set top box (STB) ini merupakan opsi yang paling murah untuk membuat TV yang hanya dapat menerima sinyal siaran analog (TV analog) menjadi dapat menerima sinyal digital (bahkan ada subsidi STB gratis dari pemerintah).

STB (nama lain cable box atau television decoder) merupakan sebuah perangkat elektronik yang dapat menangkap sinyal (dapat berupa sinyal digital yang terenkrispi) dan mengubahnya menjadi sinyal audio dan video yang dapat diputar atau ditayangkan pada televisi.

Baca Juga: BPIP Berikan Penguatan Historisitas, Konseptualitas dan Aktualitas Pancasila Kepada JPM Kalimantan Timur

Kepala Bidang Jaringan Komunikasi Data, Dinas Kominfotik Provinsi DKI Jakarta, Aditia Prana Kusuma dan Direktur Penyiaran Ditjen PPI Kemenkominfo, Geryantika Kurnia, menjadi narasumber yang membahas dalam Talkshow Radio Global, pada Senin (3/10).

Pelaksanaan program migrasi itu di Jabodetabek akan dimulai pada 5 Oktober 2022.

Aditia Prana mengatakan, warga tidak perlu membeli televisi baru, melainkan hanya membutuhkan infrastruktur tambahan, berupa set top box.

Baca Juga: Zahran Auzan Raih Juara ke-2 pada ‘King Abdul Aziz International Holy Quran Contest 2022’.

"Set top box itu adalah bagian dari infrastruktur digital, di mana kalau memang televisi kita masih bersifat analog. Teman-teman jadi gak usah takut ya kalau tv-nya masih analog, gak harus ganti tv. Jadi cukup hanya dengan menambah satu infrastruktur, itu namanya set top box," jelasnya.

Halaman:

Editor: Amril Taufik Gobel

Sumber: Berita Jakarta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X