• Rabu, 5 Oktober 2022

Nelayan Tradisional Tuapejat Terusik, Usulkan Kapal Bagan Tidak Boleh Lagi Lego Jangkar

- Senin, 8 Agustus 2022 | 09:45 WIB
 Nelayan tradisional Tuapejat mediasi dengan nelayan Bagan  (mentawaikab.go.id)
Nelayan tradisional Tuapejat mediasi dengan nelayan Bagan (mentawaikab.go.id)

SILANEWS-Laut menjadi ladang mata pencaharian bagi setiap nelayan. Karenanya berebut area laut untuk mendapatkan hasil tangkapan yang banyak menjadi hal biasa.

Tetapi bila alat penangkap ikan yang digunakan berbeda, salah satunya tentu merasa keadaan yang tidak adil. Keadan itu yang diatur Pemerintah, yaitu agar nelayan tradisional dilindungi keberadaan dan kehidupan mereka.

Atas dasar pemikiran itu nelayan tradisional Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, melakukan protes.

Baca Juga: Orari NTB Diminta Tingkatkan Kemampuan dalam Memahami Permasalaham Sosial

Merasa terusik dengan keberadaan kapal bagan nelayan yang menggunakan alat tangkap modern. Posisi kapal tersebut sandar di dalam zona enam mil dari lepas pantai, tepatnya di wilayah Selat Bunga Laut di dekat Pulau Setan.

Ardiansyah, Ketua Kelompok Nelayan Mentawai Karya Kerapu Merah, menyebutkan bahwa kejadian pada 2022 sudah terjadi untuk yang kedua kalinya.

Penangkapan ikan yang dilakukan nelayan bagan pada malam hari, sedangkan penangkap ikan tradisional pada siang hari, tetapi posisi lego jangkar nelayan bagan mengusik penangkapanikan nelayan di lokasi itu.

Baca Juga: Dihajar di Old Traford, Erik ten Haag Terkapar di debutnya bersama MU

Menanggapi laporan nelayan setempat, Ketua Kelompok Nelayan Mentawai Karya Kerapu Merah, Ardiansyah, menggelar mediasi.

Halaman:

Editor: Amril Taufik Gobel

Sumber: Mentawaikab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X