• Rabu, 5 Oktober 2022

Konflik Rusia-Ukraina Mengarah 'Perang Nuklir'. Begini Kesaksian Hibakusha, Penyintas 'Bom Atom'!

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 15:00 WIB
Konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina dikhawatirkan sejumlah pihak akan berlanjut mengarah ke 'Perang Nuklir'. (Sammy-Sander/Pixabay.com)
Konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina dikhawatirkan sejumlah pihak akan berlanjut mengarah ke 'Perang Nuklir'. (Sammy-Sander/Pixabay.com)

SILANEWS - Konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina dikhawatirkan sejumlah pihak akan berlanjut mengarah ke 'Perang Nuklir'.

Invasi Rusia ke Ukraina sejak beberapa bulan lalu, dan perang antara kedua negara terus berlanjut hingga hari ini, hal ini mengundang pandangan pesimistis bakal terjadinya perang nuklir. 

Museum Hiroshima dan Nagasaki di Jepang biasanya mengundang para Hibakhusha, yaitu para penyintas bom atom, untuk menjadi pembicara para penyelenggaraan pameran di dalam maupun di luar negeri, namun pembatasan perjalanan karena pandemi nampaknya bisa menghambat itu semua. 

Baca Juga: Hari Dharma Karya Dhika ke-77 Diperingati dengan Turnamen Menembak Menkumham Cup 2022

Sementara itu kekhawatiran atas kemungkinan perang nuklir makin meningkat, seiring dengan kebijakan Presiden Rusia Vladimir Putin meningkatkan ancaman penggunaan persenjataan nuklir untuk memenangi perang atas Ukraina.

Bagi Masuhiro Hosoda, wakil direktur Museum Hiroshima, ancaman itu berarti bahwa "misi kami untuk menyampaikan realitas bom atom menjadi lebih mendesak."

Rasa urgensi yang sama diungkapkan oleh Wali Kota Hiroshima dan Nagasaki. Pada Juni 2022 mereka menghadiri pertemuan pertama Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir di Wina, dan menyampaikan seruan atas ancaman nuklir Rusia dan tindakan untuk membersihkan dunia dari persenjataan nuklir.

Baca Juga: Menteri Keuangan Sri Mulyani: RAPBN 2023 Akan Dirancang Fleksibel untuk Redam Guncangan Ekonomi Global

Sejak pandemi dimulai, kedua museum membuka pembicaraan dengan Hibakusha Online, Museum Hiroshima menyiapkan teks bahasa Inggris untuk mereka.

Halaman:

Editor: Yulyanto

Sumber: Kyodo News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X