• Rabu, 5 Oktober 2022

Kenali Motif dan Filosofi Batik Jawa di 3 Daerah

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 07:21 WIB
Ragam Hias Batik Yogyakarta (Ragam Yogyakarta / John Bastian)
Ragam Hias Batik Yogyakarta (Ragam Yogyakarta / John Bastian)

Batik Sidoluhur: biasa dikenakan pada acara pernikahan, khususnya pengantin puteri pada malam pertama. Filosofinya, sebentuk doa pemakainya supaya menjadi orang terhormat dan bermartabat.

Baca Juga: KBRI Maputo Promosi Batik Warisan Budaya Indonesia Melalui Stasiun Televisi di Mozambik

  1. Batik Yogyakarta

Batik Sekar Jagad: motif unik melambangkan keragaman Nusantara dan dunia.

Batik Tambal: pada zaman dahulu digunakan untuk menyelimuti orang yang sakit karena dipercaya dapat membantu kesembuhan.

  1. Batik Pesisir Utara Jawa

Batik Mega Mendung (Cirebon): motif gumpalan awan, yang dipercantik dengan tujuh gradasi warna, untuk menciptakan kesan mendung. Filosofinya, manusia harus bisa meredam emosi dalam kondisi apapun.

Baca Juga: Hari Jadi ke 653 Cirebon, Walikota dan Jajaran Lakukan Kirab Ziarah Berjalan Kaki ke Makam Sunan Gunung Jati

Batik Singa Barong (Cirebon) ; motif hewan mitologi yang bersifat spiritual. Filosofinya menunjukan wujud simbol-simbol yang bersifat spiritual.

Batik Tujuh Rupa (Pekalongan): batik tujuh rupa mengandung filosofi eratnya ikatan kebudayaan leluhur.

Batik Lasem (Rembang): dipengaruhi kebudayaan Tionghoa, didominasi warna merah. Filosofinya,  persatuan dan akulturasi budaya pendtang dengan masyarakat setempat. (SH)***

 

Halaman:

Editor: Aris Heru Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X