• Kamis, 11 Agustus 2022

Kenali Motif dan Filosofi Batik Jawa di 3 Daerah

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 07:21 WIB
Ragam Hias Batik Yogyakarta (Ragam Yogyakarta / John Bastian)
Ragam Hias Batik Yogyakarta (Ragam Yogyakarta / John Bastian)

SILANEWS - Batik merupakan warisan budaya tak benda Indonesia yang telah diakui UNESCO pada 2 Oktober 2009 dan sejak itu pada setiap 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Keberadaan batik di Indonesia dapat dijumpai hampir di setiap daerah, yang masing-masing memiliki keunikan, nilai ekonomi dan artistik yang berbeda.

Setiap daerah coba mencari orisinalistas motif dan pewarnaan masing-masing, sehingga hasil akhir produk batiknya menjadi berlainan. Perbedaan suku, ras, dan nilai-nilai budaya melatari tampilan batik serupa kebhinnekaan yang ada.

Baca Juga: Kue Lupis Mbah Satinem yang Mendunia, Diburu Penikmat Kuliner Manca Negara

Dalam pembuatannya, batik bisa tulis atau biasa disebut sebagai batik klasik. Batik tulis ini kerap dijumpai pada daerah yang sejarah pembuatan batiknya panjang.

Sementara itu terdapat pula batik cetak (cara cap dan mesin) yang biasanya untuk batik modern, dan biasanya untuk produk massal serta dikerjakan menggunakan mesin dan teknologi modern.

Untuk mengenal batik, kita bisa memulainya dengan mengenal macam-macam motif batik dan filosofinya, seperti dari Solo, Yogyakarta, dan Pantura Jawa:

  1. Batik Solo

Batik Parang Kusumo: yakni batik yang memiliki motif menyerupai gulungan ombak lautan. Filosofinya, hidup dilandasi oleh perjuangan dan usaha, dengan mengindahkan nilai-nilai kebudayaan Jawa.

Batik Sidomukti: pewarnaan dengan zat soga alam, seperti pada seni batik klasik. Filosofinya, harapan pemakai menggapai kemuliaan dan kesejahteraan.

Halaman:

Editor: Aris Heru Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X