• Minggu, 4 Desember 2022

Tren CoVID-19 Menurun, Pemerintah Batalkan PPKM Level 3 Saat Liburan Nataru

- Selasa, 7 Desember 2021 | 13:46 WIB
Pemerintah, melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Pandjaitan, membatalkan PPKM level 3 Nataru. (PRMN)
Pemerintah, melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Pandjaitan, membatalkan PPKM level 3 Nataru. (PRMN)
 
SILANEWS - Pemerintah, melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, membatalkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 jelang periode Natal dan tahun baru (Nataru) secara merata di Indonesia.
 
Dalam siaran persnya hari ini, Selasa, 7 Desember 2021, Luhut menuturkan bahwa pembatalan PPKM level 3 dengan memperhatikan turunnya tren positif CoVID-19.

Luhut juga menyatakan bahwa CoVID-19 di Indonesia saat ini, sudah cukup terkendali. Hal ini terlihat dari kasus konfirmasi positif harian yang rata-rata masih berada dibawah angka 400.

Baca Juga: Jokowi: 'Pemerintah Tanggap Darurat Erupsi Gunung Semeru'

Kendati demikian, Luhut menegaskan semua pihak perlu meningkatkan kewaspadaan terutama mengingat munculnya varian baru Omicron yang sudah dikonfirmasi di beberapa negara.

Oleh karena itu, pihaknya akan tetap memberlakukan pengetatan untuk syarat perjalanan jauh dengan kebijakan yang lebih seimbang yakni tidak menyamaratakan perlakuan di semua wilayah.

Aktivitas testing dan tracing juga akan tetap dilakukan meski beberapa hari ke belakang sejumlah kasus aktif dan BOR rumah sakit menunjukkan penurunan.

Baca Juga: Aksi Solidaritas BPIP, Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Bantu Korban Terdampak Gunung Semeru

“Syarat perjalanan akan tetap diperketat, terutama di perbatasan untuk penumpang dari luar negeri. Namun kebijakan PPKM di masa Nataru (Natal dan Tahun Baru) akan dibuat lebih seimbang dengan disertai aktivitas testing dan tracing yang tetap digencarkan,” ucap Luhut.

Penyebaran Varian Omicron di berbagai negara dunia terindikasi lebih cepat dan meningkatkan kemungkinan reinfeksi.

Namun temuan awal dari Afrika Selatan menunjukkan tingkat keparahan dan tingkat kematian akibat varian Omicron relatif terkendali, meski masih butuh waktu dan tambahan data untuk mendapatkan informasi yang lebih valid.

Baca Juga: Jaga Akuntabilitas, Komisi V DPR RI, Jam Intel Kejagung dan Irjen PUPR Kunjungi Proyek Nindya Karya (Persero)

Halaman:

Editor: Yulyanto

Sumber: PRMN

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X