• Jumat, 22 September 2023

Pakistan Buka Kembali Perbatasan dengan Afghanistan Seminggu Setelah Insiden Penembakan

- Kamis, 24 November 2022 | 08:53 WIB
Orang-orang dari Afghanistan menyeberang ke Pakistan di titik persimpangan 'Gerbang Persahabatan', di kota perbatasan Pakistan-Afghanistan Chaman, Pakistan (Al Jazeera)
Orang-orang dari Afghanistan menyeberang ke Pakistan di titik persimpangan 'Gerbang Persahabatan', di kota perbatasan Pakistan-Afghanistan Chaman, Pakistan (Al Jazeera)

SILANEWS-Pakistan membuka kembali penyeberangan perbatasan utama dengan negara tetangga Afghanistan.

Penutupan penyeberangan dilakukan seminggu setelah seorang pria Afghanistan bersenjata Afghanistan membunuh seorang penjaga keamanan Pakistan.

Shehzad Zehri, seorang pejabat di Chaman, kota perbatasan di provinsi barat daya Balochistan, mengkonfirmasi pembukaan kembali ke Al Jazeera pada Senin (21/11/2022).

“Kebuntuan telah berakhir dan mobilitas antara kedua negara telah dilanjutkan untuk semua tujuan, termasuk pejalan kaki serta perdagangan,” katanya.

Baca Juga: Usulkan Pembuatan Kolam Retensi, Upaya Gubernur Sulsel untuk Langkah Mitigasi Bencana Banjir

Para pejabat mengatakan keputusan untuk membuka kembali perbatasan Chaman – juga dikenal sebagai Gerbang Persahabatan – diambil dalam pertemuan antara otoritas Pakistan dan Afghanistan pada Minggu.

Abdul Hameed Zehri, pejabat lain di Chaman, mengatakan pihak berwenang Afghanistan menyatakan penyesalan atas insiden pekan lalu dan meyakinkan tindakan serupa tidak terjadi lagi.

Perbatasan Chaman, terletak hampir 120 km di barat laut ibu kota provinsi Pakistan, Quetta, adalah salah satu penyeberangan perbatasan tersibuk antara kedua negara dan digunakan oleh ribuan orang setiap hari.

Baca Juga: Jati Diri Mengagumkan Suporter Jepang di Piala Dunia: Bersihkan Sampah Stadion Setelah Laga Usai

Penyeberangan ditutup pada 13 November ketika seorang tentara Pakistan yang ditempatkan di perbatasan ditembaki. Terjadi baku tembak singkat antara kedua pasukan setelah insiden tersebut.

Imran Kakar, mantan presiden Kamar Dagang Chaman, yang hadir dalam pertemuan pada Minggu, mengatakan pembicaraan berlangsung dalam suasana yang bersahabat.

Kakar mengatakan, komunitas pengusaha setempat berharap kejadian seperti itu tidak mengganggu mata pencaharian ribuan pedagang yang menggunakan penyeberangan tersebut.

Baca Juga: Dukung Kebugaran Wartawan, Menpora Amali Wakili Presiden Buka Porwarnas ke-13 Tahun 2022 di Malang

“Kedua negara terpengaruh. Orang-orang terpengaruh. Bisnis terpengaruh. Masalah-masalah ini harus diselesaikan melalui dialog, dan memastikan bahwa perdagangan tidak berhenti,” katanya.

Halaman:

Editor: Amril Taufik Gobel

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X