Korsel Berkabung Selama Seminggu, Polisi Akui Pantauan Kerumunan Massa Halloween 'Tidak Memadai'

- Rabu, 2 November 2022 | 07:45 WIB
Komisaris Badan Kepolisian Nasional Yoon Hee-geun mengakui kegagalan polisi dalam menangani perayaan Halloween di Itaewon (Al Jazeera)
Komisaris Badan Kepolisian Nasional Yoon Hee-geun mengakui kegagalan polisi dalam menangani perayaan Halloween di Itaewon (Al Jazeera)

SILANEWS-Tiga peristiwa berbeda selama Oktober 2022 memakan korban tewas lebih dari seratus orang, ternyata penanganannya pun berbeda.

Pada tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, sejumlah petugas keamanan dicopot dari jabatannya dan beberapa pihak terkait dijadikan tersangka. Di Gujarat – India Barat terdapat 9 orang ditangkap terkait tragedi runtuhnya jembatan gantung.

Tetapi Korea Selatan tidak ada pemberitaan siapa yang mestinya bertanggung jwab atas tragedi di Itaewon – Seoul.

Baca Juga: Polres Metro Jakarta Pusat Bubarkan Konser Musik Bertajuk ‘Berdendang Bergoyang’ di Istora Senayan

Informasi yang beredar di media hanya menyebutkan bahwa Polisi Korea Selatan pada pengendalian massa di tempat kejadian Halloween yang mematikan di ibu kota, Seoul, ‘tidak memadai’.

Polisi menjanjikan langkah-langkah keamanan baru yang keras untuk mencegah tragedi seperti itu terjadi lagi.

Komisaris Jenderal Polisi Nasional Yoon Hee-keun mengatakan kepada wartawan pada Selasa (1/11/2022) bahwa dia merasa ‘tanggung jawab tanpa batas tentang keselamatan publik atas kecelakaan ini’ yang menewaskan sedikitnya 156 orang.

Baca Juga: Produk Lokal Kuat, Pasar Global Makin Terbuka Untuk Produk-produk Ini!

Tragedi tersebut, yang terjadi di distrik Itaewon Seoul, adalah bencana paling mematikan di Korea Selatan dan terjadi setelah sekitar 100.000 orang – banyak yang berusia remaja dan dua puluhan dan mengenakan kostum – berbondong-bondong ke bar, restoran, dan klub di daerah itu untuk merayakan Halloween.

Halaman:

Editor: Amril Taufik Gobel

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X