• Senin, 4 Juli 2022

Serba Serbi Perayaan Idul Fitri 1443 H di Beberapa Perwakilan RI di Luar Negeri

- Senin, 9 Mei 2022 | 14:17 WIB
Shalat Idul Fitri 1443 H di KJRI Cape Town, Afrika Selatan (KJRI Cape Town)
Shalat Idul Fitri 1443 H di KJRI Cape Town, Afrika Selatan (KJRI Cape Town)

SILANEWS - Hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H yang jatuh bertepatan dengan 2 Mei 2022 dirayakan dengan penuh suka cita oleh seluruh masyarakat Indonesia, termasuk yang berada di luar negeri seperti di Italia, Srilanka ataupun Afrika Selatan.

Perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1443 H di Roma dilaksanakan secara sederhana. KBRI Roma menggelar kegiatan Sholat Idul Fitri pada 2 Mei 2022, mulai pukul 08.00 pagi waktu setempat. Dalam kondisi pandemi Covid-19, kegiatan Sholat Idul Fitri diikuti dengan silaturahmi dan halal bihalal yang dihadiri oleh keluarga besar KBRI Roma dan perwakilan masyarakat Indonesia dalam jumlah terbatas. 

Salat Idul Fitri di KBRI Roma dipimpin oleh Imam, Kolonel Aminuddin Albek, Atase Pertahanan KBRI Roma dilanjutkan dengan Khutbah Idul Fitri oleh Danang Waskito, Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Roma.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Salat Idul Fitri dan Arus Mudik Berjalan Lancar

Dalam khutbahnya, Khatib mengundang seluruh umat untuk memanjatkan syukur kepada Tuhan YME atas usainya momentum ibadah puasa Ramadan yang telah mengizinkan umat untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui doa, zakat dan amalan baik. Bulan penuh berkah tersebut pada akhirnya telah mengantarkan umat kepada Hari Kemenangan, Idulfitri.

Adapun perayaan Idul Fitri di Sri Lanka diawali dengan shalat Idul Fitri di ruang Riptaloka KBRI Kolombo yang telah ditata untuk menampung masyarakat Indonesia yang merindukan Sholat berjamaah, yang tidak terjadi selama dua tahun akibat pandemi Covid-19. 

Setelah salat, Duta Besar RI untuk Sri Lanka, Dewi Gustina Tobing, mengajak masyarakat Indonesia memanfaatkan momentum Idul Fitri untuk memperkuat tali persaudaraan dan kesetiakawanan sosial mengingat Idul Fitri di Sri Lanka pada tahun ini berlangsung dalam suasana yang penuh keprihatinan akibat krisis ekonomi. “Pemerintah Indonesia, didukung oleh sembilan perusahaan farmasi, ikut membantu mengirimkan obat-obatan dan alat-alat kesehatan senilai Rp. 22,5 milyar atau setara US$ 1,6 juta yang sangat dibutuhkan rakyat Sri Lanka," jelas Dubes Dewi.

Baca Juga: Demi Mengejar Kondisi Stamina Lebih Segar, Banyak Orang Mengikuti Kebiasaan Salah: Mengkonsumsi Telur Mentah

Dubes Dewi selanjutnya menyampaikan bahwa kondisi di Sri Lanka saat ini mengharuskan masyarakat Indonesia merayakan Idul Fitri secara sederhana. Namun demikian, Dubes Dewi berkeyakinan bahwa seluruh masyarakat Indonesia di Sri Lanka tetap dapat menjalankan ibadah Ramadhan secara khusyuk dan tetap dapat menerapkan hikmah Puasa Ramadhan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, seperti kejujuran, kesabaran, kerja keras, profesionalisme dan kesetiakawanan sosial.

Halaman:

Editor: Aris Heru Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X